SEJARAH DESA OLEHSARI

  24 Maret 2017  |  DESA OLEHSARI

            Pada zaman pemerintah Belanda, sekitar tahun 1910 Desa masih menjadi satu dengan Desa Glagah.Pada saat itu Bapak SUMO selaku Lurah di Desa Glagah dan dibantu oleh Bapak HADMARI yang saat itu menjadi Carik.

            Kemudian tahun demi tahun penduduknya bertambah banyak atau pada takhirnya membentuk Desa sendiri, serta menunjuk salah satu orang yang pantas dijadikan Pemimpin yaitu Bapak SALEH sekitar tahun 1924 sampai dengan tahun 1937dan diberinama Desa Li-lian.

            Jadi Bapak SALEH adalah Lurah yang pertama kali menjabat di Desa Li-lian dan dibantu oleh Bapak HADMARI sebagai Carik di Desa Li-Lian ini sekaligus merangkap jabatan di Desa Glagah dan di Desa Li-Lian. Bapak HADMARI adalah anak kandung Bapak SALEH, Bapak SALEH juga dibantu beberapa orang Pegawai Desa antara lain :

  1. Carik
  2. Jogo Tirto
  3. Denowo
  4. Mudin
  5. Kami Tuwo

Setelah Bapak SALEH meninggal dunia, mempunyai lembaga yang namanya Lembaga Musyawarah Desa (LMD) sehingga mengadakan Rembug Desa Sepakat memilih atau menunjuk Lurah yaitu terpilihlah Bapak SUBINTO Lurah yang ke 2.

Pada Tahun 1937 akhirnya nama yang semula Desa Li-lian diganti Uli-Ulian dan nama tersebut hingga saat ini masih disebut – sebut dan melekat pada hati masyarakat, baik dari luar desa ataupun dalam desa. Nama Uli-ulian masih terpampang di tepi jalan dan tempatnya di barat pertigaan jurusan Desa Kemiren berupa prasasti. Bapak SUBINTO menjabat Lurah sekitar taun 1937 s/d 1940 berhenti karena usia sudah tua.

Kemudia nmengadakan Rembug lagi antara Lembaga Musyawarah Desa dengan Masyarakat untuk memilih dan menunjuk Pemimpin Desa. Terpilihlah Bapak HANAPI TOMPOSARI Lurah yang ke 3, di Desa Ulia – ulian semenjak Bapak HANAPI TOMPOSARI menjabat Lurah Desa tidak ada perubahan, nama Desa tetap Uli – Ulian.

Dalam Kepemimpinan Bapak HANAPI sedikit ada perubahan tentang Perekonomian masyarakat, sekitar tahun 1940 s/d 1960 setelah itu berhenti jadi Lurah karena usia sudah tua.

 

Dengan berhentinya Bapak HANAPI TOMPOSARI, Lembaga Masyarakat Desa beserta Masyarakat mengadakan Rembug untuk memilih dan menunjuk lagi salah satu orang yang ada di desa Uli – Ulian sehingga terpilihlah Bapak DALAH menjadi Lurah. sekitartahun 1960 s/d 1961 termasukurutan yang ke 4,tidak lama kemudian Bapak DALAH berhenti jadi Lurah, ada perubahan baik dibidang apapun.

Setelah Bapak DALAH berhenti lalu LMD beserta Masyarakat mengadakan Rembug Desa serta memilih dan menunjuk pemimpin, terpilihlah bapak AHMAD ABBAS selaku Warnen (PJS) sementara .sekitar tahun 1961-1963 urutan ke 5 dan tidak ada perubahan .setelah itu berhenti dan desa tetap namanya yaitu Ulia - ulian.

Dengan berhentinya Bapak AHMAD ABBAS menjadi Warnen Lurah lalu LMD beserta masyarakat menunjuk salah satu orang ,yaitu terpilihlah Bapak  WIDANTO selaku Lurah Desa Uli – ulian .Pada tahun 1963 s/d 1965 urutan yang ke 6 dan tidak ada perubahan baik dibidang segalanya. Seiring dengan pergolakan gerakan 30 september (G.30 S.PKI) sehingga Bapak WIDANTO berhenti menjabat Lurah Uli-ulian .

Selanjutnya LDM serta masyarakat menunjuk Bapak SUTOMO untuk menjadi Warnen (PJS) sekitar tahun 1965 s/d 1966 termasuk urutan yang ke 7 setelah itu berhenti dan tidak ada perubahan.

Setelah Bapak SUTOMO berhenti jadi Warnen (PJS) Lurah, LMD beserta masyarakat kembali mengadakan Rembug Desa untuk memilih dan menunjuk sebagai Pimpinan Desa sepakat Bapak HADMARI terpilih menjadi Lurah .saat itu masih menjabat sebagai Carik Uli-Ulian. setelah menjabat Lurah nama HADMARI jadi Bapak HADMARI MANGOEN PRANOTO urutan yang ke 8. Pada tahun 1966 s/d 1990 kemudian pada tahun 1968 sampai dengan 1969 dalam kepemimpinannya banyak kemajuan dibidang Perekonomian masyarakat, bidang pendidikan dan bias membuat gedung Sekolah pada saat itu diberi nama SD Glagah II berdiri pada tahun 1969 kemudian tahun 1970 nama desa diganti yang awalnya Uli-Ulian diganti nama menjadi Olehsari, sekaligus SD semula SD Glagah II diganti menjadi SD Olehsari. Dibidang insfrastruktur bias membuat jalan tembus antara Desa Olehsari ke Desa Kemiren dan pernah mengikuti lomba Desa tingkat Karesidenan pada taun 1971 mendapatkan penghargaan dan hadiah sarana dan prasarana pertanian.

Seiring jalannnya roda Pemerintahan Desa, maka Pemerintah pusat menerbitkan undang  undang No. 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa yang mengatur tentang struktur organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa. Sehingga LMD beserta Lurah saat itu mengatur dan mengangkat Perangkat Desa yang dulunya dan namanya Pegawai Desa diganti menjadi Perangkat Desa :

  1. Lurah         diganti Kepala Desa
  2. Carik         diganti Sekretaris Desa
  3. Jogotirto    diganti Kaur Bank
  4. Denowo    diganti Kaur Umum
  5. Mudin       diganti Kaur Kesra
  6. Kami tuwo            diganti Kepala Dusun

Selanjutnya batas – batasnya sebagai berikut :

  • Sebelah Utara              : Desa Kemiren
  • Sebelah Timur             : Kelurahan Banjarsari
  • Sebelah Selatan           : Desa Pendarungan
  • Sebelah Barat              : Desa Glagah

Kemudian Bapak HADMARI MANGOEN PRANOTO berakhir menjadi Kepala Desa pada tahun 1990 dengan masa kerja 24 tahun setelah itu diadakan Pemilihan Kepala Desa yang baru.

Demikian asal – usul Desa Olehsari ini dibuat dan bagi para pembaca kami mohon maaf, apabila ada kekurangan atau kesalahan dalam penulisan.

                        Penyusun         : Marwiyono                : ( SekretarisDesa )

                                                  Ansori                       : ( KepalaDusun )

                  Nara Sumber   : Sanusi                        : ( MantanCarik )

                                          Asmuni                        : (MantanKepalaDusun )

Contact Details

  Alamat :   Jl. Raya Banyuwangi - Ijen No.123 Olehsari, Glagah, Banyuwangi - 68432
  Email : pemdesolehsari@gmail.com
  Telp. : 082228318161
  Instagram : pemdesolehsari
  Facebook : DesaOlehsari
  Twitter : DesaOlehsari


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi